Sudah-sudahlah menempel kasih orang sudah-sudahlah minta diihsankan kita
sudah-sudahlah memeluk lutut menunggu kebarangkalian dia tiba membawa jambangan warni tulip segar dari Kota Anna Paulowna yang kau cinta penuh buat memujuk sunyi dia cipta; rajuk dia bawa; hati yang tiada.
Sudah-sudahlah mencipta dongeng yang takkan pernah hingga kontang merebak rekah tanah
sudah-sudahlah.