GEMBALA TIDUR - 12
lewat mata penyair kucari-cari batas diri

kata berpinak dan membunuh dirinya di

tanganku. duhai kehilangan abadi yang

tak pernah dilahirkan

bumi mengaduh

burung hilang sarang

dalam nyanyian

dari pelipisku kemusnahan lahir kembali

mencatat sendiri jemari matahari yang

luruh. menyisakan lukanya di tebing langit

pertapaanku

jiwaku bangkit dan berjalan

di antara kematian-kematian

akulah kejadian yang tak pernah dilahirkan

kala benda-benda membunuh bentuknya

bintang yang mereguk cahayanya sendiri

waktu hilang harap hilang dinding batas

dan mataku ditinggalkan lelapnya

akulah tuan rumah bagi kehilanganku

tamu asing yang tegak berdiri

pada kuil-kuil yang ditinggalkan

jubah dari segala kerajaan telah

menekuk punggungku wahai sepi

yang tak pernah begitu telanjang.

dadaku tengadah ke lengkung langit.

mencari pijakan selain puing benua

yang digamit jantung airmata

Yogyakarta, 2013