kata berpinak dan membunuh dirinya di
tanganku. duhai kehilangan abadi yang
tak pernah dilahirkan
bumi mengaduh
burung hilang sarang
dalam nyanyian
dari pelipisku kemusnahan lahir kembali
mencatat sendiri jemari matahari yang
luruh. menyisakan lukanya di tebing langit
pertapaanku
jiwaku bangkit dan berjalan
di antara kematian-kematian
akulah kejadian yang tak pernah dilahirkan
kala benda-benda membunuh bentuknya
bintang yang mereguk cahayanya sendiri
waktu hilang harap hilang dinding batas
dan mataku ditinggalkan lelapnya
akulah tuan rumah bagi kehilanganku
tamu asing yang tegak berdiri
pada kuil-kuil yang ditinggalkan
jubah dari segala kerajaan telah
menekuk punggungku wahai sepi
yang tak pernah begitu telanjang.
dadaku tengadah ke lengkung langit.
mencari pijakan selain puing benua
yang digamit jantung airmata
Yogyakarta, 2013