menjengah suaka berdampingan di sisi halimunan terik,
berdekah jeritan Sang Lembayu kasih suci, menyelar warna gelap di ufuk lautan selatan, sedar dan menganggu kecamuk seranti, mengerti dari siang suci...
kerapuhan terik matahari tidak mampu menjawab
seribu soal sosok suci, diam dan terus berganti sakti, dan lamunannya...
Menjengah kesedihan di susuk tubuh mati, deritanya di salut serpihan daun kering jati, dengar...
Dia menjerit, dia menyanyi, dia menangkap bunyi, dia sedih sendiri,
Dia mengamuk dalam hati... dia yang masih terpaku di atas kerusi itu membiarkan setiap masa berlalu sepi rajah dari sela angka dan baris jingga... melapah kain 3 angka dengan penuh tuju tepat mata menatap waktu dengan riak sayu