MARSUM AWAN - 6
Sengaja kunyalakan kejora

malam ini, nadim

rembulan benderang di luar kamar

akulah yang hembuskan baranya,

api malam ini kunyalakan buatmu

biar semesta mengerti

angin rinduku garing dibakar badar.

Yang memisahkan kita cuma garis di peta

langitku dan langitmu masih tujuh petala

rembulanku dan purnamamu jua tiada beda

Selat Tebrau sejalur laut cuma

terbentang antara tambak,

lautku dan lautmu masih berombak

Pedra Branca telah meninggalkan lukanya

terdampar di pantai silam

tenggelam jauh di dasar sejarah.

Aku rindu pada akal mainan jiwa

yang tenggelam berenang mencari haqiqat

tentang hujah batu itu milik siapa

milik watanmu, nusaku

atau kepunyaan Dia

yang Yang Maha Mencipta.

Nadim,

kala rindumu debur di pantai debar

renunglah pelita malam nan terang

kita masih memenungi cahaya yang serupa.

Menyirat Cinta Haqiqi, Insandi Enterprise, 2012