ada di petala langit yang luaskah
Ada di gelora ombak lautkah Atau di air setenang tasikkah
Ada di bibir cawan birkah
Ada di seteguk air zam-zamkah
Ada di dalam asbak antara puntung-puntung matikah
Ada di jari ligat bertasbihkah
Ada di kepala yang tersarung jilbabkah
Atau dahi yang tercalit salibkah
Ada di bucu serambi masjidkah
Atau di bangku panjang gerejakah
Kita dikecam dengan pertengakaran dari iman yang masih telanjang dan nafsu yang masih tergeletak dalam kutukan. Lebih banyak bersangsi daripada berseteru dengan kesucian. Hanyut dengan akal yang mati; berpintal pada sujud yang terawangan di khayalan kebuntuan tanpa kiblat.