tidur wajah murniku bangkit
dari gerisik pohonan ketika
burung-burung terlelap dan
memimpikan sayapnya
menjangkau langit yang lain
waktu yang purba dan jelita adalah
lautan tanpa batas. aku berlayar di atas
tubuh-tubuh kayu mencari rahasia gerak
kala bintang retas menjuntaikan akarnya
ke mataku yang buta
aku menelusup di sela angin
yang menggengam desir
memecah sukma menanggalkan
nama-nama meruntuhkan yang
tersisa dari wajahku
dan menyangsi yang kelak lahir dari
mabuk kehilanganmu
Yogyakarta, 2013