Demi sesungguhnya, sajak kegemaranku adalah senyumanmu
Ketika melihat senyumanmu aku jadi buntu mencari kata-kata dan jantungku, langsung berdetak laju
Kekasih, di dadaku kau telah membangunkan rumah yang di dalamnya, dihuni kau dan seluruh cintaku padamu
Dan waktu sering saja mengingatkanku padamu saat di mana mataku pertama kali melihatmu dan di alis senyumanmu aku terpaku kaku.